Proses Berpikir Rasional Sebagai Entrepreneur Muda

Proses Berpikir Rasional Sebagai Entrepreneur Muda

Proses Berpikir Rasional Sebagai Entrepreneur Muda

Proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan sangat mirip dengan cara dokter mengobati pasien. Ketika kita sakit dan mengunjungi dokter, hal pertama yang dilakukan oleh dokter adalah menanyakan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang kita rasakan. Mereka juga mungkin melakukan beberapa pengukuran, misalknya mengukur suhu tubuh, dan tekanan darah. Mereka mengumpulkan informasi (diagnosis) dan membuat analisis untuk mengidentifikasi akar penyebab penyakit. Setelah mereka menemukan akar penyebab. Setelah mereka menemukan akar penyebab penyakit, barulah mereka membuat resep. Dokter memiliki metode diagnosis sistematis.

Yang perlu diingat adalah perbedaan signifikan antara gejala (sakit kepala), akar penyebab (demam), dan resep (obat demam). Semakin baik sang dokter memahami gejala dan mengidentifikasi akar penyebab penyakit maka semakin mujarab sang dokter memberikan obat. Sama halnya dengan dokter, semakin baik kita menganalisis masalah, maka semakin baik kita dalam memberikan solusi berupa keputusan dan rencana tindakan. Semakin baik proses berpikir rasional kita, semakin baik kita dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan.

Sebagai manusia, kita punya kemampuan untuk memecahkan masalah, dan tantangan. Intuisi bukan satu-satunya hal yang mengarahkan kita. Manusia mampu menelaah, melakukan refleksi, dan menganalisis, atau dalam kata lain sangat bisa untuk berpikir. Tetapi, tidak jarang, kita menganggap berpikir adalah suatu reaksi naluriah. Betul, kemampuan berpikir adalah kemampuan alamiah. Namun, kemampuan berpikir dengan baik adalah sesuatu yang memerlukan latihan. Kemampuan berpikir rasional adalah kemampuan untuk menelaah berbagai elemen dari sebuah situasi atau tantangan secara akurat, dan menggunakan informasi yang ada secara efektif secara akurat, dan menggunakan informasi yang ada secara efektif untuk mencapai kesimpulan yang matang.

Saat berhadapan dengan masalah, biasanya, kita perlu merespons masalah tersebut, atau mengambil tindakan. Bagi banyak orang, mengambil tindakan tidaklah sulit. Tetapi, berapa banyak dari tindakan ini yang efektif? seberapa sering kita memikirkan keputusan yang dibuat oleh orang lain, dan bertanya-tanya, “Mengapa bisa begitu?” Kita tidak memerlikan lebih banyak lagi kecenderungan untuk asal bertindak- Kita perlu melihat tindakan yang rasional. Ciri tindakan yang rasional adalah ketetepatannya dalam menjawab kebutuhan dari situasi  yang ada, efektivitasnya menyelesaikan permasalahan, dapat diterapkan, dan mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait.

Tindakan rasional dihasilkan oleh proses berpikir rasional pula. Disisi lain, berpikir rasional tidak terjadi tanpa sengaja. Sekarang, bagaimana seseorang belajar membuat solusi yang efektif dan mengambil langkah yang sesuai untuk menghadapi tantangan hidup? jawabannya adalah belajar melalui pengalaman, percobaan dan kesalahan, serta pembelajaran. Meskipun kita sudah merasa mampu memecahkan masalah secara efektif, tidakkah kita masih dapat meningkatkan kemampuan itu melalui pembelajaran lebih lanjut? Dan bagaimana kita bbisa membantu orang lain dalam hal ini?

Memperbaiki cara kita melihat dan menilai persoalan-persoalan besar dalam hidup diyakini bermanfaat bagi masyarakat maupun individu. Pernyataan tersebut sulit dibantaj. Media berita penuh dengan contoh respons, atau solusi terhadap masalah, yang dapat dipertanyakan. Kita semua, rakyat biasa sampai dengan pemimpin dunia, senantiasa berjuang untuk menghasilkan solusi  yang kreatif dan dapat diterapkan pada berbagai permasalahan penting. Telah banyak statistik yang menunjukan kemampuan seseorang untuk menghafal, tetapi tidak mampu menerapkan pengetahuan yang mereka miliki secara praktis.

Semua hal itu tidak menunjukan ketidak mampuan berpikir, malinkan, kurangnya pertimbangan terhadap berbagai masalah. Keputusan yang buruk, atau kesalahan lain semacamnya, biasa-nya, merupakan hasil dari pemikiran yang kurang matang- bukan karena ketiadaan proses berpikir itu sendiri. Oleh karena itu, membahas mengenai proses berpikir rasional dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan adalah sesuatu yang sangat penting. Berlawanan dengan anggapan umum, tidak semua pikiran adalah rasional. Setidaknya, tidak menurut definisi dalam buku ini tentang rasionalitas. Kemampuan berpikir rasional adalah kemampuan untuk melihat variabel-variabel yang relevan dari suatu permasalahan, untuk medapatkan, mengatur, dan menganalisis informasi yang sesuai (misalnya, fakta, pendapat, opini, dan data), untuk menghasilkan koknklusi atau kesimpulan yang matang, berbobot, dan bermutu.

Sejumlah penulis mendefinisikan kecerdasan, atau bagian dari kecerdasan, sebagai kemampuan menyelesaikan masalah.

“Kecerdasan yang berhasil, melibatkan aspek analitis, kreatif, dan praktis. Aspek analitis digunakan untuk memecahkan masalah; kreatif untuk menentukan masalah mana yang perlu diselesaikan’ dan praktis membuat solusi  yang dihasilkan menjadi efektif.”

Meskipun studi yang berfokus pada pikiran dan berpikir itu sendiri layaknya dilakukan, namun, fokus disini adalah mengenai pentingnya menerapkan pikiran (yakni, menggunakan pikiran sebelum melakukan tindakan). Berpikir rasional membantu kita menarik kesimpulan bahwa ada sesuatu yang dapat dilakukan ( yaitu, mengambil tindakan yang rasional).

 

One Comment

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: